How APRIL is supporting the Government of Indonesia in Green Economy ?
Dalam pengembangan industri di abad 21 ini, dunia semakin menilik pesatnya kemajuan zaman terutama di dalam pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi ini terbagi 2 yaitu green economy dan konvensional economy. Tentu saja dalam tujuannya, green economy sangat berbeda-loh dengan economy konvensional. Pada ekonomi konvensional hanya fokus pada peningkatan PDB suatu perusahaan. Sedangkan Green economony sangat menjunjung tinggi etos keberlangsungan perekonomian yang berwawasan lingkungan sehingga memperkuat dan mendukung kemajuan positif pembangunan sosial. Bisa kita asumsikan bahwa green economy mengedepankan keseimbangan pertumbuhan ekonomi, tanggung jawab lingkungan serta membantu pertumbuhan pembangunan kehidupan sosial.
Upaya dalam membantu pemerintah untuk mencapai green economy, APRIL Group dengan basis pilar-pilar Sustainabilty yang telah melekat di jantung perusahaan juga menerapkan hal demikian-loh terutama dibidang kehutanan. Berdasarkan kebijakan APRIL Group’s Sustainable Forest Management Policy 2.0 3, APRIL Group berkomitmen untuk menciptakan tata kelola hutan berkelanjutan di seluruh aspek operasional-nya. APRIL Group juga senantiasa mengembangkan dan menjadi solusi bagi masyarakat serta pemerintah dalam penerapan visi pendiri perusahaan yaitu 5C (Community, Climate, Customers, Country dan Company). Menurut penulis, di dalam upaya mewujudkan 5C, visi pendiri perusahaan yang utama terdapat didalam 2C (Community dan Climate). Dengan keberhasilan 2C utama maka 3C (Customers, Country, dan Company) selanjutnya dengan senantiasa terwujud. Untuk itu penulis akan mengupas 2C utama, yaitu : Good For Community dan Good For Climate. Apa saja itu 2C-nya? Mari kita lihat...
Masyarakat
merupakan Customers utama yang dekat dengan APRIL Group. Membangun kemitraan
dengan masyarakat merupakan tanggung jawab sosial utama APRIL Group. Kontribusi
APRIL Group dapat dilihat dalam menekan angka kemiskinan serta meningkatkan
taraf hidup melalui program pembangunan ekonomi, kesehatan, pendidikan serta
infrastruktur. Atas dasar prinsip Free Prior, Informed Contect (FPIC) APRIL
Group meninjau kebutuhan masyarakat disetiap desa.
Source gambar : Community Engagement | APRIL Group (aprilasia.com)
Setelah meninjau dan melakukan research mengenai kebiasaan masyarakat, APRIL Group berkesempatan terjun dalam upaya pengembangan masyarakat setempat. Melalui program IFS, APRIL Group berupaya meningkatkan keterampilan petani setempat mencakup tanaman holtikultural, perkebunan, pertenakan, perikanan, pertanian serta dukungan teknis yang berkelanjutan kepada petani. Selanjutnya program untuk masyarakat petani serat yang pada umumnya melakukan pembalakan liar, APRIL Group juga mendorong kerja sama dengan cara membantu upaya pengelolaan lahan dengan memberikan bantuan berupa pembiayaan, pembibitan dan pemupukan serta pemeliharaan perkebunan. Dan yang terakhir adalah meluncurkan program UKM yang menargetkan pada bisnis baik secara langsung maupun tidak langsung yang mendukung operasional APRIL Group. APRIL Group juga memberikan sejumlah pelatihan khusus seperti menjahit, salon, memasak pengelolaan dan produksi madu untuk masyarakat setempat.
Selanjutnya dalam rangka membantu masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan, APRIL Group memberikan sejumlah program beasiswa mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi lalu menyediakan pelatihan guru serta menyediakan fasilitas serta peralatan sekolah. Total beasiswa yang telah diberikan hingga saat pengetikan artikel ini adalah 17.613 untuk siswa sekolah dasar hingga menengah pertama. Menawarkan 50 beasiswa untuk sekolah menengah setempat untuk studi pertanian strata 1 di INSTIPER. Mendorong upaya dan pengembangan 219 sekolah di daerah perdesaan sejak tahun 1999 serta mensponsori pelatihan untuk 600 guru terhitung sejak 2009 hingga 2012.
Tidak hanya pendidikan, akses kesehatan serta infrastruktur diberikan secara cuma-cuma terhadap masyarakat setempat. APRIL Group berkomitmen untuk meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan di daerah perdesaan yang mayoritas masih diluar jangkauan pemerintah. Program ini dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendidikan kesehatan yang ditargetkan melalui sekolah dan bantuan kepada petugas kesehatan di desa setempat. Sedangkan pembangunan infrastruktur yang telah disediakan berupa akses transportasi serta fasilitas yang lebih baik. Sejauh ini APRIL Group telah membangun 178 tempat ibadah dan sekolah agama, 96 sekolah negeri dan 17 fasilitas olahraga. Menyediakan 98 generator listrik serta berkomitmen dalam pembangunan 30 fasilitas kesehatan, air dan sanitasi.
APRIL Group juga merangkul masyarakat setempat melalui program Fire Free Village Program (FFVP) atau yang mudah dikenal dengan sebutan Program Desa Bebas Api. Kita sering mendengar keluhan memburuknya perekonomian masyarakat yang diakibatkan oleh kebakaran hutan tersebut, akan tetapi ada hal yang kerap kali terlupakan. Masyarakat sering melupakan dampak buruk kabut asap yang mengganggu kesehatan orang-orang di wilayah tersebut. Dengan adanya program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang dampak buruk yang akan meluas, jika mereka terus membakar lahan secara kolektif.
Hasil studi yang dilakukan oleh Unit Penelitian Ekonomi dan Sosial Universitas Indonesia, Pertumbuhan ekonomi Riau meningkat 6.9% sedangkan Pendapatan Rumah tangga di Riau meningkat 5,4%. APRIL Group juga menciptakan lebih dari 5.000 lapangan pekerjaan dan menciptakan kesempatan bekerja secara tidak langsung sebesar 90.000 tenaga kerja.
Source gambar : Economic Impact | APRIL Group (aprilasia.com)
2. Good for Climate
APRIL Group melalui komitmen SFMP 2.0 dalam upaya pelestarian lingkungan memberikan arahan dan pengembangan lahan, dengan kewajiban utama sebagai berikut :
- Hanya mengembangkan area yang tidak berhutan, yang telah diidentifikasi melalui kajian independen tentang HCV (Nilai Konservasi Tinggi) dan HCS (Stock Karbon Tinggi) dan melalui tinjauan sejawat.
- APRIL Group tidak akan mengadakan lahan baru, ataupun izin kehutanan baru; atau menerima kayu dari lahan yang lisensinya dipegang oleh pihak ketiga dimana setelah tanggal 3 Juni 2015 pihak penjual telah membuka lahan atau lahan gambut yang berhutan yang diketahui merupakan area HCV atau HCS.
- Tidak ada pengembangan baru oleh APRIL dan mitra pemasoknya pada lahan gambut yang berhutan. Sejak dikeluarkannya SFMP 2.0, hal ini diperluas sehingga turut mencakup perlindungan bagi kawasan lahan gambut yang tidak berhutan.
Pada tahun 2017, seluruh penanaman dilakukan pada area-area yang sebelumnya mengalami deforestasi akibat kebakaran atau perambahan sebagai area HCV, dan untuk RAPP tidak ada pengembangan baru yang teridentifikasi. Untuk indikator utama lainnya terkait penggunaan lahan, tidak ada pengembangan baru yang tidak sejalan dengan SFMP, serta tidak terdapat ketidakpatuhan yang mengakibatkan langkah koreksi di tahun 2017, serta tidak ada izin lahan baru yang diperoleh. Selain itu juga, tidak ada pengiriman kayu hutan alam atau pasokan untuk pabrik Kerinci yang berasal dari pembalakan di lahan gambut HCV atau HCS yang berhutan. Pada tahun 2017, Kelompok Kerja Pakar Gambut yang Independen (IPEWG/Independen Peat Expert Working Group) yang merupakan gabungan ilmuwan luar maupun dalam negeri dengan pengalaman luas di bidang dinamika lahan gambut. Selama itu juga telah diperoleh kemajuan yang baik pada ketiga komponen tersebut dan IPEWG telah membuat 17 rekomendasi tentang bagaimana unsur ilmiah dapat terus diupayakan agar dapat dipenuhi, akan tetapi sudah 14 rekomendasi telah ditindaklanjuti dan tiga lagi masih ditangguhkan.
APRIL Group juga mengembangkan data penelitian tentang emisi GRK dan laju penyerapan di area hutan tanaman, restorasi ekosistem, dan penggunaan lahan campuran. Hal ini bertujuan untuk membantu terbentuknya metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menghitung emisi dan penggunaan lahan bagian paling penting dalam jejak gas rumah kaca APRIL secara keseluruhan yang melengkapi metodologi untuk menghitung emisi di tingkat pabrik. APRIL Group telah menempatkan tiga menara canggih Eddy Covariance Flux di tiga ekosistem lahan gambut yang berbeda, dengan mengukur perubahan tingkat GRK (atau fluks) tiap 30 menit dalam suatu jejak ekosistem 200 Hektar. Teknik ini mengukur CO2, H2O, Metana serta Nitrogen Oksida sehingga datanya paling komprehensif jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang sebelumnya yang sepenuhnya didasarkan pada ruang pantau tanah gambut yang mengukur titik-titik terpisah masing-masing seluas satu meter persegi. Teknologi ini diterima baik di kalangan masyarakat ilmiah, memberikan pengukuran yang bersifat langsung, sering dengan frekuensi tinggi dan berskala ekosistem yang menetapkan faktor-faktor emisi GRK untuk berbagai jenis intervensi di suatu bentang alam.
Source gambar : http://www.aprilasia.com/id/images/pdf_files/sr/APRIL-SR-2017_Interactive-id.pdf
APRIL Group juga membuat kemajuan signifikan didalam penyusunan Rencana Pengelolaan Penggunaan Lahan Konservasi. Proses ini dirancang untuk mengidentifikasi area-area prioritas untuk perlindungan, dan memperhatikan fitur habitat yang bersebelahan dengan luar batas wilayah konsesi serta risiko lain yang terkait, termasuk perambahan. Proses ini juga mengarah pada perbaikan kualitas data terkait status area berhutan yang masih ada sehingga ketika digabungkan maka rencana-rencana tersebut akan membentuk suatu rencana pengelolaan konservasi di tingkat bentang alam yang kemudian juga diterapkan kepada Mitra pemasok.
Upaya APRIL Group dalam menjaga pelestarian lingkungan bukan hanya pada kehidupan sosial masyarakat, APRIL Group berani mengambil upaya restorasi untuk melindungi, menilai, merestorasi serta mengelola hutan gambut. APRIL Group merangkul pemerintah, LSM setempat, dan Fauna dan Flora (FFI) pada tahun 2013 untuk membentuk Restorasi Ekosistem Riau yang lebih kita kenal RER. Secara ekologis RER mampu menjaga kelestarian area di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang yang meliputi luas kurang lebih 150.000 Hektar, dua kali luas Singapura. Laporan kemajuan RER pada tahun 2017 mencatat terlihatnya satwa burung langka dan terancam, tumbuhnya penghidupan masyarakat yang berkelanjutan yang berkaitan dengan hutan, serta terjaganya kondisi tidak adanya kebakaran.
Source gambar : http://www.aprilasia.com/id/images/pdf_files/sr/APRIL-SR-2017_Interactive-id.pdf
Di akhir tahun, staf teknis RER telah mengidentifikasi 718 spesies fauna dan flora, 70 spesies mamalia, 107 spesies amfibi dan reptil, 89 spesies ikan, 112 spesies jenis pohon serta 40 spesies non pohon dalam area restorasi. Hal lainnya juga telah ditemukannya spesies burung ke-300 di kawasan restorasi yaitu burung paok sayap biru (Pitta Mollucensis). Burung ini masuk dalam IUCN sebagai burung spesies langkah atau terancam punah, dan hal ini berarti bahwa 18 persen spesies burung ada dan berlindung didalam RER. Restorasi hidrologi dan hutan menunjukkan kemajuan yang stabil di tahun 2017. RER menghasilkan lebih dari 39.000 bibit di kebun bibitnya yang terdiri lebih dari 70 spesies pohon, memanfaatkan lebih dari 1.900 bibit di 12,5 hektar lahan terdegradasi untuk penanaman dan regenerasi alami terbantukan.
Source gambar : http://www.aprilasia.com/id/images/pdf_files/sr/APRIL-SR-2017_Interactive-id.pdf
Legalitas serta sertifikasi APRIL Group mengenai pengelolaan Hutan Tanaman Industri tidak perlu diragukan lagi. APRIL Group melalui arsip Laporan Penerapan Prinsip Keberlanjutan yang terbaru (2017) telah mendapatkan 5 Sertifikasi tingkat Internasional dan 7 Sertifikasi tingkat Nasional.
5 Sertifikasi tingkat Internasional itu berupa :
- OHSAS & ISO
- PEFC-CoC
- PEFC-Sustainable Forest Management (SFM)
- ISEGA Germany, Sertifikat Kepatuhan (Certificate of Compliance)
- Singapore Green Label - untuk produk kertas
7 Sertifikat tingkat Nasional berupa :
- Sustainable Plantation Forest Management
- Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL), sertifikat oleh Kementerian Kehutanan
- Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)
- Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3)
- Standar Nasional Indonesia (SNI)
- Ekolabel Indonesia untuk Produk Kertas
- Sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO)
Penulis berpendapat bahwa, APRIL Group menjalankan standar Operasional perusahaan secara masif dan konsisten. Dilihat dari sertifikasi maupun penghargaan yang diraihnya, APRIL Group mampu bertahan dan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan-perubahan yang berlaku. APRIL Group dari awal hingga tulisan ini dibuat, selalu mengedepankan kebutuhan Customers, baik itu masyarakat, pemerintah bahkan karyawan yang bekerja didalamnya.
Penulisan artikel ini penulis kira masih minim informasi, masih banyak kekurangan disana sini. Penulis hanya menuliskan artikel berdasarkan pandangan dibidang kehutanan, untuk artikel yang luput dari pandangan penulis dapat dilihat pada website resmi APRIL Group : APRIL Group | Pulp and Paper Products | Sustainable Forest Management (aprilasia.com). Penulis selaku karyawan APRIL Group hanya bisa berdoa dan menerapkan pilar-pilar utama perusahaan sebagai etos bekerja. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan serta informatif. Penulis minta maaf apabila ada penyalahgunaan kata atau ada tulisan yang kurang berkenan. Penulis mengucapkan terima kasih.
Komentar
Posting Komentar